Senin, 08 Desember 2014

last2014


Ini bukan sebuah legenda.
Akan tetapi sebuah cerita yang tertuang cukup sederhana
Sebuah kisah yang muncul dari bilik waktu yang tak lama
Cerita ini di mulai dari kekaguman seorang gadis
Kepada seorang pria
Layaknya kau, yang mengagumi venus, tanpa dapat menyentuhnya.
Yang kau rasa hanya bisa memandangnya di langit fajar
Dan berharap melihatnya kembali di senja, nanti.
Itulah...
Sebuah rasa yang tak bertepi bahagia.
Terombang-ambing di tengah laut ketidak-berdayaan
Sedang asa, tetap ingin bersandar di kepulauan.
Kisah ini berlanjut di hari-hari berikutnya
Dengan tanpa beda.. Semua tetap sama..
Tak ada harap yang dapat terpahat
Hingga saat ini,
Saat sang gadis menyadari, bahwa ia harus pergi mewujudkan mimpi.
Bulan berganti matahari, dan bintang berganti terik.
Seluruh nafas yang terpompa secepat kilat dalam peraduannya, memaksa kerapuhan menanggalkan angannya.
Yang terkenang menjadi karat memakan abad, maka pergilah semua ucapan kala mimpi di ranah gelap.
Melupakan adalah pilihan tanpa pilihan,
Sang gadis mengutarakan makna dalam bunga mawar.
Tak ada pilihan kecuali berperang dengan duri.

viecha_smile

Tidak ada komentar:

Posting Komentar