Minggu, 14 Desember 2014

last okt 14


Mungkin kau akan mengerti hujan..
Sebagai bagian hidup yang
Tak lekas kau lupakan
Terlebih mimpi khayal, siang yang memaksa untuk berjalan
Bersama gerak kaki menyusuri hari
Saat musim-musim bahagia datang hingga
Kau merasa bahwa hidupmu sudah lebih berarti
Kau maknai hujan sebagai seni alam
Yang indah sebagai semangat jiwa
20, Oktober 2014

MUNGKIN


Mungkin.....
Mungkin...
Jika tak ada waktu
Tak terkuas hidupku berlalu
Tak jua ku melangkah pilu
Mungkin...
Jika ruang tak bertempat
Tak ku rasa berdiri dalam sekat
Tak jua kecewa yang terpahat
Mungkin...
Jika keluh tak buatku rapuh
Banyak harap pasti ku sentuh
Segala ragu kan terbunuh
Mungkin....
Jika bahagia tak berganti lara
Deru tangispun tak kan ada
Senyum simpul tetap terjaga

#viecha_Smile
#

NO NAME


Aku ingin banyak bicara pada mentari
Namun mendung datang menghakimi
Dengan segenggam asa pada hujan
Tak kunjung reda pada kehadiran petang yang segera
Tercurahlah rasa khawatir akan beratnya rasa
Tentang sepasang kaki yang lemah
Sakit
Menapaki hari
Mencari sesuap nasi, dan entah
esok akan dapat berguna kembali, atau
Tetap dalam ketegangan
Abadi dalam kesakitan
Sehingga pada ujung malam
ku harap bintang datang hadirkan bahagia
Pada rembulan yang mengintip bumi
Pada bambu yang menusuk ruang dan kegelapan yang ada
Kuharap ada setitik tawa
Kuharap ada sejengkal harap
Namun tak ku temui pencerita ulung membawa kebenaran
Tak ada yang mempersilahkan yang disini berkata
Tak ada yang membiarkan yang disini berbagi rasa
Aku tak kuasa melihat derita
Dalam dan ada
Cambuk kehidupan yang terasa
Dengan air mata
Seksama ku lihat malam
Sepasang awan menghibur dalam mimpi panjang
mereka yang terlelap dengan lapang
mereka yang tidur dengan tenang
Sekata pun tak terucap
Tak terucap kata peduli
Mungkin mereka terlelap dengan banyak uang
Sedang yang disini tak mudah lelap karna lapar
Seni berkata dalam nada sendu
Berteriak meminta hak
Namun tak ada jawab
Tetap dalam kekecewaan duhai yang lelah kakinya
Bersabarlah..!!!!

Senin, 08 Desember 2014

last2014


Ini bukan sebuah legenda.
Akan tetapi sebuah cerita yang tertuang cukup sederhana
Sebuah kisah yang muncul dari bilik waktu yang tak lama
Cerita ini di mulai dari kekaguman seorang gadis
Kepada seorang pria
Layaknya kau, yang mengagumi venus, tanpa dapat menyentuhnya.
Yang kau rasa hanya bisa memandangnya di langit fajar
Dan berharap melihatnya kembali di senja, nanti.
Itulah...
Sebuah rasa yang tak bertepi bahagia.
Terombang-ambing di tengah laut ketidak-berdayaan
Sedang asa, tetap ingin bersandar di kepulauan.
Kisah ini berlanjut di hari-hari berikutnya
Dengan tanpa beda.. Semua tetap sama..
Tak ada harap yang dapat terpahat
Hingga saat ini,
Saat sang gadis menyadari, bahwa ia harus pergi mewujudkan mimpi.
Bulan berganti matahari, dan bintang berganti terik.
Seluruh nafas yang terpompa secepat kilat dalam peraduannya, memaksa kerapuhan menanggalkan angannya.
Yang terkenang menjadi karat memakan abad, maka pergilah semua ucapan kala mimpi di ranah gelap.
Melupakan adalah pilihan tanpa pilihan,
Sang gadis mengutarakan makna dalam bunga mawar.
Tak ada pilihan kecuali berperang dengan duri.

viecha_smile

Abstrak

akan aku tulis segala apa yang aku tahu
akan aku ucapkan segala apa yang aku mengerti
tunggulah..!!!
saat venus bersinar
tunggulah..!!!
di penghujung hari saat senja
di penghujung malam saat fajar
saat nanti, dan nanti
saat aku mulai menulis dan mengucap
bukan saat ini
namun nanti
aku akan hadir membawa asa
kembali pada tawa
walau suatu saat aku hadir membawa luka
biarlah..!!!
aku rasakan sendiri pun
tak apa..!!!
namun aku tetap akan datang
membawa suka
menghapus duka
aku akan segera datang

viecha_smile